Kab.Bandung, balance-news.com

Pada tanggal 31 Desember 2019, World Health Organization (WHO) mendapatkan informasi mengenai kasus penomena yang terjadi di kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina Tangga l7 Januari 2020, otoritas Cina mengkonfirmasi telah mengidentifikasi virus baru yaitu virus Corona, yang merupa
kan famili virus flu, seperti virus SARS dan MERS, yang mana dilaporkan lebih dari 2.000 kasus infeksi virus tersebut terjadi di Cina, termasuk di luar Provinsi Hubei.

Virus Corona (CoV) merupakan famili virus yang menyebabkan penyakit mulai dari flu biasa hingga penyakit yang lebih berat seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS-SoV) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-CoV). Pada 11 Februari 2020, WHO mengumumkan nama virus Corona jenis baru tersebut adalah Corona Virus Disease 2019 (disingkat menjadi COVID-19).

Penularan dari orang ke orang diperkirakan terjadi melalui droplet ketika orang yang
terinfeksi batuk atau bersin, mirip dengan bagaimana influenza dan patogen pernapasan lainnya
yang dapat terhirup ke dalam paru – paru. Penularan Covid-19 dapat juga terjadi dengan menyentuh
permukaan atau objek yang memiliki virus di atasnya dan kemudian orang tersebut menyentuh
mulut, hidung, atau mungkin mata mereka sendiri belum ada vaksin atau pengobatan spesifik untuk virus Covid-19 hingga saat ini.

Namun gejala yang disebabkan oleh virus ini dapat diobati. Oleh karena itu pengobatan harus didasarkan
pada kondisi klinis pasien dan perawatan suportif dapat sangat efektif. Selain itu, selama vaksin
belum ada kita hendaknya melalukan pencegahan penular
an Covid 19 dengan 3M yaitu, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak.

Bukan hanya itu Covid-19 ini juga berdampak pada pariwisata di Indonesia khususnya di daerah Ciwidey yang biasanya setiap hari libur menjadi destinasi utama orang perkotaan untuk
berlibur .Semenjak Virus Covid-19 melanda Indonesia , wisata di daerah ciwidey sangat terdampak khususnya Bumi Perkemahan Ranca Upas, tetapi dengan berjalannya waktu Bumi Perkemahan Ranca Upas mulai memperbaharui beberapa kebiasaan baru untuk penanggulangan dampak covid-19 di tempat pariwisata yang di anjurkan pemerintah agar selalu menerapkan protokol kesehatan dimanapun dan kapanpun .

Menurut bapak Noto selaku Staff di Bumi Perkemahan Ranca Upas,bahwa Ranca Upas telah menerapkan Protokol keseha
tan yang di anjurkan pemerintah untuk tempat Pariwisata ,
diantaranya yaitu, telah menyediakan tempat cuci tangan sebelum masuk ke area Ranca Upas ,para wisatawan / pengunjung akan di test suhu tubuh terlebih dahulu , setiap pengunjung yang datang selalu di himbau oleh pengeras suara yang ada di beberapa titik di area wisata Ranca Upas agar selalu menjaga jarak , memakai masker , dan mencuci tangan di tempat yang telah di sediakan
,pengumuman tersebut terdengar 10-15 menit sekali , bapak Noto menuturkan telah memasang
baligo / banner besar agar mengingatkan pengunjung untuk selalu menerapkan 3M.

Semenjak menerapkan Protokol kesehatan dan adaptasi kebiasaan baru di Ranca Upas , pengunjung perlahan
mulai kembali berwisata karna merasa sudah lebih aman
untuk dikunjungi walaupun tetap dengan protokol kesehatan yang diterapkan . dan penghasilan pariwisata di Bumi Perkemahan ranca
Upaspun perlahan mulai stabil

Bukan hanya itu melalui KKNT ini saya juga mengedukasi Masyarakat dengan membuat video pendek yang bisa di akses melalui link berikut https://youtu.be/QMXLaGeVjwE.Semoga bisa bermanfaat bagi masyarakat yang melihatnya dan juga agar selalu mengingatkan untuk selalu
menerapkan 3M dimanapun dan kapanpun.

(red_blnc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *