Kab,Bandung Balance-News.com

(7/11/20) Wabah virus corona atau Covid-19 di indonesia tidak hanya menyebarkan dan mematikan pada manusia juga berdampak serius terhadap pertumbuhan ekonomi warga, salah satunya petani padi Dede rahim mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah dari luas keseluruhan kurang lebih 4 Hektar sawah tersebut.

Di blok kecamatan Rancaekek desa Sukamanah kasus Covid-19 telah membuat tanaman padi milik Dede rahim mati akibat dampak Virus Covid-19 tersebut, sebagai kepala Desa sukamanah kecamatan Rancaekek Dede rahim tidak tanggung-tanggung untuk menanaman kembali padi yang gagal panen tersebut.

Akibat wabah Virus Covid-19 yang menyerang padi Dede rahim yang mencapai kerugian 2x kali lipat tersebut, padi milik Dede Rahim kembali di serang hama tikus dan akhirnya gagal panen kembali dan mengalami kerugian material.

Hal ini pun membuat kebingungan, bagi Dede Rahim selaku kepala desa Sukamanah Kec. Rancaekek, dari awal mulai belajar bertani pada tahun 1977 hingga sampai tahun 2020 dan baru pertama kalinya mengalami kejadian seperti ini, padi mati dalam kurun waktu yang begitu cepat 2-3 hari berturut-turut, “Ujarnya.
Dari kejadian tersebut pihak dinas pertanian pun turun tangan untuk mengambil sample padi yang gagal panen dan akan dijadikan bahan observasi.

Dari kejadian tersebut agar pihak pemerintah setempat dan pusat supaya bisa memperhatikan kejadian gagal panen yang diakibatkan pandemi Covid-19 hingga menyebabkan kerugian yang dialami oleh petani Dede rahim, dan masyarakat khususnya para petani supaya tidak mengalami hal yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *