Kabupaten Bandung, Balance News- Mewujudkan pembangunan dari desa merupakan visi yang dilakukan oleh pemerintah melaui Dana Desa (DD).

Sebuah langkah yang patut diapresiasi dan tentunya dilaksanakan dengan konsep strategis untuk mencapai hasil yang optimal.

Merupakan sebuah keniscayaan bagi badan yang mengelola keuangan, saat badan publik yang mengelola keuangan wajib menerapkan sistem terbuka pada informasi publik nya.

Karena itulah ada komisi informasi yang akan melakukan pengawasan dan penilaian, agar lembaga yang mengelola informasi publik menerapkan hal itu. Tidak boleh ada informasi publik yang ditutupi.

Memang keterbukaan bukan pada semua hal, akan tetapi ada pengecualian. Diantaranya tentang Rahasia Negara dan Informasi Pribadi.

Rahasia Negara dan Informasi Pribadi memang tidak boleh diungkap ke publik. Bahkan hal ini telah ditetapkan UU Lembaran Negara.

Dalam rangka Comparative Study terkait desa, keuangan desa serta implementasi percontohan desa tentang KIP.

Berikut kami kutipkan hasil konfirmasi dan klarifikasi dengan Desa Wangisagara salah satu dari 11 desa Kecamatan Majalaya Kab. Bandung. Satu desa yang berhasil mendapatkan penghargaan Keterbukaan Informasi Badan Publik Tahun 2021 dengan Kualifikasi Badan Publik ” Informatik “. Yang meraih juara 5 (lima) tingkat Kabupaten Bandung.

Berikut hasil wawancara kami dengan Iis Nina Kartika yang menjabat sebagai Sekertaris Desa ( Sekdes ) Wangisagara Kecamatan Majalaya Kab. Bandung. Kamis( 15/04/2021 )

Sekdes Iis Nina Kartika menjelaskan, bahwa selain mendapatkan penghargaan Keterbukaan Informasi Badan Publik, Desa Wangisagara juga mengikuti Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes ) Award tingkat Provinsi. Yang pada akhirnya meraih juara 2 (dua) tingkat Provinsi. Ujarnya

Badan Usaha Milik Desa ( BUMDes ) Niagara Desa Wangisagara berdiri sejak tahun 2003.

Dilain hal yang penting serta erat berhubungannya, adalah perihal Keterbukaan informasi publik terkait keuangan.

Tujuan didirikannya BUMDes Niagara, adalah dalam rangka meningakatkan kemampuan keuangan Pemerintah Desa dan Pendapatan Asli Desa (PAD), serta memfasilitasi kegiatan perekonomian masyarakat melalui berbagai kegiatan usaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sesuai potensi yang dimiliki desa.

Walau demikian, BUMDes Niagara tidak langsung menjadi maju dan pesat seperti sekarang ini.Semua itu dibutuhkan proses karena BUMDes Niagara pernah mengalami keanjlokan di tahun 2005, 2006, dan tahun 2007.

Akan tetapi mulai tahun 2008 sampai dengan sekarang. BUMDes Niagara Desa Wangisagara mengalami peningkatan yang mengarah ke arah menjadi maju dan pesat.

BUMDes Niagara berperan signifikan dalam mendongkrak pendapatan perekonomian masyarakat Desa Wangisagara, kontribusi yang diberikan tahun 2020 dari BUMDes kepada desa sejumlah Rp. 600 juta. Dan kontribusi BUMDes itu diberikan 41% dari keuntungan BUMDes nya, tahun 2020 BUMDes Niagara sudah berpenghasilan mencapai Rp. 1M per tahun.

Di Desa Wangisagara ini, kegiatan BUMDes didorong untuk mengelola pasar desa, pengolahan air minum, dan Usaha Simpan – Pinjam.

Prestasi desa Wangisagara dalam mengembangkan dan memajukan BUMDes telah diakui oleh Pemkab Bandung, dari Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) yang menobatkannya sebagai contoh desa untuk desa-desa lainnya dan juga sebagai desa maju dan mandiri.

Sebagai prototype (contoh desa) untuk desa-desa lainnya, diharapkan dengan adanya Informasi dan Edukasi dalam hal ini, dapat membangkitkan desa-desa yang menyimak kemajuan, kemandirian, dan keterbukaan.

( Red-abeng )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *