Kab.Bandung Balance News — Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) merupakan program pemerintah pusat untuk membantu warga miskin dalam mendapatkan gizi yang seimbang.

Selain itu Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) itu dibuat untuk menghidupkan pedagang kecil dengan warungnya untuk lebih makmur, dipandu oleh perbankan yang sudah berpengalaman yaitu Bank BNI.

Sehingga diharapkan program bantuan non tunai ini sesuai dengan 6T,Skema nya sederhana ; penerima manfaat ; rakyat miskin belanja dengan KIS ke E-Warung/Agen BNI senilai 200 ribu untuk beras, daging ayam, telor, buah-2an, BNI mencairkan Uang Untuk KPM ke E-Warung dengan mesin Edc dan ĶISnya.
Semuanya terangkum dalam PEDUM PROGRAM SEMBAKO Tahun 2020 dengan 14 dasar hukum yang diterbitkan oleh TIM PENGENDALI PELAKSANAAN PENYALURAN BANTUAN SOSIAL SECARA NONTUNAI oleh kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan.

Namun tidak dengan Kecamatan Ciparay, Di salah satu desanya yaitu desa Manggungharja. Semua aturan di Pedum tersebut dilanggar. salah satunya agen tidak resmi, dijalankan oleh perangkat desa dan intimidasi Agen.

Salah satu agen yang berada di desa Manggungharja, yang disebut-sebut Agen ibu Watika. kepada team Balancenews, bahwa Agen nya dikelola atau dikuasai oleh perangkat desa. Dan warung nya hanya sebagai ‘kedok’ saja melainkan untuk menutupi perangkat desa yang berkecimpung di progam BPNT ini.

Tempat persinggahan untuk penyaluran program BPNT
Senin 26/04/2021 Pa Oman,suami Agen watika sekaligus anggota GMBI ini merasa dirinya keberatan jika warungnya hanya dijadikan tempat persinggahan saja, karena seharusnya yang menjalakan BPNT kan saya bukan nya perangkat desa.saya disini seperti penonton saja tanpa di ikut sertakan. Dan jelas,100% salah perangkat desa menjadi Agen. Ujarnya

Penyaluran bantuan pangan non tunai yang dilaksanakan oleh Kades dan perangkat yang lainnya. telah menjadi ” Buah Bibir ” sebagian orang. Jumlah KPM yang lumayan banyak sekitar 755 Kpm, tetapi hanya 600 Kpm saja yang cair .tentunya pasti ada yang offline sekitar 116 KPM dengan kode (014).

Dulunya ada Agen yang sudah ditunjuk oleh Bank BNI untuk penyaluran Bantuan Sembako yaitu Agen Reni di desa Sukahurip, tetapi semenjak Kades baru menjabat, Agen tiba-tiba mundur tanpa alasan dan tidak ada pemberitahuan kepada Kades bahwa Mesin EDC nya sudah dikembalikan ke Bank BNI,”

Menurut sumber aparat desa setempat menerangkan bahwa Agen baru ibu Watika yang sampai saat ini dalam penyaluran BPNT belum mempunyai mesin EDC, apakah aparat desa diperbolehkan meminjam mesin EDC ke desa-desa lain. seperti mesin EDC milik desa Gunungleutik, Ciparay, dan Ciheulang . Senin (26 April 2021) saat staf desa ‘iwan’ dan Kesra ‘Asep Diki’ temui dikantor desa Manggungharja.

Padahal jelas aturan dari kemensos dan Pedum tidak memperbolehkan aparat desa ataupun staf desa menjadi agen BPNT. Pendamping Bansos ataupun TKSK Kecamatan tidak dilibatkan sama sekali.

Dari informasi yang kami dapat dari TKSK Pa Dede, bahwa memang benar di desa Manggungharja, ada agen yang belum resmi BNI 46. Malahan mesin Edc nya pun pinjam dari desa Gunung Leutik. Sebenarnya saya tidak tahu soal kabar-kabur di desa itu. yang lebih tau pak Sekcam Nardi cerita lengkapnya.Ujarnya

Temuan team Balancenews, 16.00 WIB mengembang hingga akhirnya bertemu dengan Apdesi Kecamatan Ciparay ternyata desa Manggungharja tidak hanya pinjam ke desa Gunungleutik saja tetapi ke desa-desa lain juga seperti desa Ciparay, Ciheulang dan Cikoneng.

Ia juga mengambil paket dari satu suplier yaitu CV Ega Jaya yang diduga Kementan dan ijinnya diragukan. Kabar tersiar beberapa desa di kecamatan Ciparay pun diarahkan ke satu Supplier yaitu CV Ega Jaya.
(Red_Lipsus Blcn)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *