Balancenews Edisi Ramadhan, Memasuki hari ke-28 bulan Ramadhan 1442 Hijriah, H. Idat Mustari sebagai Nara Sumber liputan keagamaan balancenews, yang juga merupakan Sosok pemerhati sosial dan keagamaan, berkenan menyampaikan ulasannya dengan tema “Jadi orang baik, jauh lebih penting”.

Berikut ulasan lengkapnya :

Ada sebuah pesan manis yang dibawakan Alm. Kang Ebet, di acara talk show  “Salam Canda” yakni ” Memang baik jadi orang penting, tetapi jauh lebih penting untuk jadi orang baik ”.

Boleh jadi Alm. Kang Ebet Terinspirasi oleh hadis Nabi Saw :

Seorang lelaki menemui Rasulullah saw dan bertanya, “Ya Rasulullah, apakah agama itu?”.
Rasulullah saw menjawab, “Akhlak yang baik”.

Kemudian ia mendatangi Nabi dari sebelah kanannya dan bertanya, “Ya Rasulullah, apakah agama itu?”. Nabi saw menjawab, “Akhlak yang baik”.

Kemudian ia mendatanginya dari sebelah kirinya dan bertanya, “Apakah agama itu?”.
Rasulullah saw menoleh kepadanya dan bersabda, “Belum jugakah engkau mengerti? Agama itu akhlak yang baik”. 

Pesan hadist itu adalah bahwa keberagamaan seseorang jangan dilihat dari kemasan baju dan peci yang dipakainya, tapi ditentukan oleh seberapa baik ahlaknya.

Pintar dalam hapalan ayat, surat Alquran dan hadist adalah baik, tetapi harus baik pula dalam ucap dan lakunya.

Banyak tahu tentang ilmu agama sangat baik namun jangan hanya jadi file di kepala, tapi tak tersimpan sedikitpun di hati.

Intinya, jangan melihat seseorang dari bungkus/baju luarnya saja.

Nabi Muhammad SAW mengingatkan kita agar tidak tertipu dengan tampilan lahiriyah semata, hal ini berdasarkan hadist Dari Abu Hurairah RA bahwa Rasulullah SAW bersabda :

” Berapa banyak orang yang rambutnya kusut, tampak dihinakan dan diusir oleh orang-orang, namun apabila dia berdoa kepada Allah, pasti Allah akan mengabulkannya .” (HR. Muslim, ).

Ukuran baik atau tidaknya seseorang terlihat ketika orang tersebut berinteraksi sosial, saat bergaul dengan orang lain.

Contoh, eksistensi seorang Tarzan  dikenal baik, suka menolong, tak senang melihat ketidak adilan.

Ketika Tarzan bergaul dengan sesama manusia, dia bisa melihat/merasakan baik tidaknya seseorang adalah ketika bagaimana orang itu memperlakukan orang lain.

Semoga saja kita ditakdirkan oleh Allah SWT jadi orang yang baik, yang bisa memperlakukan orang lain dengan baik pula.

Selamat menunaikan ibadah shaum, semoga Allah SWT mengampuni segala dosa dan kesalahan kita semua.

Salam Takjim
Idat Mustari

(Red-BLCN)

Reporter : Pramuhtandi

Editor : Ummy Adjie

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *